“Cerita Tentang Penulis”
Saya WANHA JUMADI,lahir diIpuh tepatnya pada tanggal:17,Agustus,1989 disebuh desa dimana desa tersebut banyak memiliki kekayaan alam,seperti;kayu manis,cengkeh,karet,sawit,kayu jati,batu bara,emas putih,timah, Wilayah tersebut dinamakan orang dengan nama TALANG ARAH,kecamatan MALIN DEMAN yang dahulu kecamatannya MUKO MUKO SELATAN,namun sekarang berkat bupati yang tidak PRORAKYAT MISKIN menurut penulis,pembuktian ini bisa dikaji dengan bayaknya masyarakat miskin di muko muko yang hidupnya hanya bergantung dengan kerja perhari (buruh upah), IPUH atau dengan istilah lain MUKO MUKO SELATAN dibagi lagi dalam 4 kecamatan,terdiri dari MALIN DEMAN,IPUH,SUNGAI RUMBAI,AIR RAMI, kesemuanya itu masuk dalam KABUPATEN MUKO MUKO provinsi BENGKULU.!!!!
Dalam tulisan ini saya ingin menceriakan sedikit pengalaman PAHIT yang terjadi pada diri saya ramdhan pada tahun 2011 lalu,dimana dalam usia saya yang ULTAH ke 23 TAHUN,pada 17 ramdhan 1432H/17 agustus 2011 saya mendapatkan KADO terindah YAITU divonis sakit USUS BUNTU & RADANG LAMBUNG oleh dokter diIPUH dan dokter DIRUMAH SAKIT RAFFLESIA BENGKULU yang berujung OPERASI,dan membuat hati ini SEDIH operasi itu dilakukan DUA hari sebelum hari raya IDUL FITRI 1432H, dan yang lebih menyakitkan lagi operasi ini tidak disertai oleh ibundaku tersayang karna ia tak sanggup melihat sedihku & seseorang disana SEBAGAI teman aku bersadar dalam duka dan bahagia,Tapi aku terima semua cobaan ini dengan hati yang bahagia mudah mudahan azab,musibah dan nestapa dari haja wajalla sesudah ini habis dalam Hari hari bahagia bersama mereka,Amin yaAllah ya rabbal ngalamin_Gg JUWITA,OHA DAHS@T-
Ini adalah suatu kisah yang tak akan bisa aku lupakan sampai aku mati,dari sini aku dapat belajar banyak bahwa hidup penuh perjuangan memang harus disertai doa kepadaNYA,tampa itu semua hidup kita tak akan ada artinya,ada beberapa hal yang aku dapat simpulkan: PERTAMA, sukurlah aku masih dapat diberi hidup olehNYA sampai detik ini.KEDUA,berjuang diatas kematian itu memang sadis dan berlinang air mata.TIGA,begitu besar pengaruh ibu dalam posisi anak yang berjuang diatas kematian.EMPAT, orang gembira meyambut kemenangan lebaran kita menahan gembira itu demi sebuah kata pulih.KELIMA,kecintaan seseorang yang berjiwa pemarah,pendidik dengan aliran keras ternyata tanggung jawabnya sangat mulia demi anaknya.
“Mengapa,Dimana,Desa Talang Arah” ????
A. Pengantar
Setuasi Desa Masa Lalu: Desa Talang Arah suatu desa yang berada diKecamatan Muko-Muko Selatan (IPUH) Bengkulu Utara. jarak dari kota ipuh (ibu kota kecamatan) lebih kurang -+16 KM, letak geografisnya LU 02’’ 57’ 50’’ dan 101’’ 35’ 30’’ BT. Luas wilayah meliputi 4.267 Ha,terdiri dari 162 Ha pemukiman .42 Ha untuk perkebunan campuran,507 Ha perkebunan karet rakyat,155 hektar perladangan,912 Ha hutan belukar,90 Ha rawa dan sungai serta yang masuk dalam areal HGU swasta perkebunan kelapa sawit,1,375 Ha,dan coklat 1.064 Ha. Administrasi desa terbagi atas dua dusun beringin jaya dan semambang jaya.Namun sejak tahun 1991,saat terjadi pergantian desa kedua dusun itu dilebur dan hanya tinggal 1 orang yang menjabat sebagai kepala dusun.
Lokasi sekarang yang ditempati merupakan Reseetlement dari program transimigrasi lokal Departemen Sosial pada tahun 1982. Sebelumnya,lokasi desa terletak dipinggir sungai ikan dan merupakan salah 1 desa asli terbesar suku bangsa pekal diipuh,jumlah keseluruhan penduduk 1.247 terdiri dari laki laki 590,permpuan 657, jumlah kepala keluarga 297 dan janda 30 orang (Monografi desa 1999),Pola pemukiman penduduk membentang mengikuti jalan nutama desa dan tidak mengelompok berdasarkan kaum tertentu.ruang antar rumah berupa halaman yang meranggas,rumput atau tanaman perkebunan seperti kelapa dan buah-buahan
Pola mata pencaharian utama adalah ladang berpindah dengan pemenuhan kebutuhan beras menjadi titik sentral aktifitas pertanian,ladang yang dibuka,efektif digunakan 3 kali musim padi,setelah itu mereka membuka lahan kembali,untuk saat ini lahan yang dibuka adalah jerami atau belukar dan bukan hutan tua. Dan dua tahun belakangan ini (1999),pembukaan lahan masyarakat desa talang arah berada pada titik balik dari pola rotasinya,selain padi, mereka juga menanamkan palawija yang ditumpangsarikan sementara tanaman perkebunan (KOPI,KARET,KULIT MANIS),ditanam pada tahun kedua pada musim tanaman,guna sebagai tanda kepemilikan lahan sebelum ditinggalkan tahun berikutnya,kurangnya aktifitas PPL selaku pembina dan kurangnya pelatihan yang bisa memungkinkan mereka untuk mengelola lahan secara intensif.
Desa talang arah tidak berbatasan langsung dengan kawasan hutan tanam nasional kerinci sebelat (TNKS) tetapi interaksi warga dengan kawasan hutan tersebut cukup tinggi.Jenis interaksi meliputi pengambilan Damar,Gharu, Rotan, Manau,Kayu gergajian termasuk pemburuan jenis satwa tertentu,tinggi rendahnya tingkat interaksi cendrung bersipat faktorial baik eksternal maupun internal seperti pasaran harga,harga tanaman perkebunan,yang diusahakan (Kopi,Karet,Nilam,Pinang) ketersedian pemodal dan kebutuhan mendadak terhadap uang tunai yang mesti dipenuhi.
Untuk kasus perambahan lahan,dalam kawasan TNKS belum dilakukan mengingat masih luasnya ketersediaan lahan perladangan disekitar wilayah desa, perambahan lahan dalam kawasan ICDP-TNKS (Integrited Conservation and Development Project-Taman Nasional Kerinci Sebelat) justru dilakukan oleh orang-orang dari luar desa ((Bahkan orang diluar provinsi dan kabupaten) dan juga perusahan perkebunan swasta yang telah mengancam ketersedian lahan baik untuk pola rotasi ladang berpindah maupun kehidupan anak cucuk dimasa mendatang.
Permasalahan lain adalah belum terkelolanya sumberdaya alam desa secara kualitatif maupun kuantitatif ataupun administrasi,hal ini terlihat dari luasnya rata-rata kepemilikan lahan namun hasil tidak pernah mencukupi,banyaknya lahan terlantar dan perambahan lahan diwilayah oleh perusahaan perkebunan dan orang dari luar desa.ICDP-TNKS sebagai salah satu solusi yang coba atau ditawarkan kemasyrakat dalam realisainya diarahkan kepemanpaatan lahan terlantar mengingat pola interaksi dan permasalahan dalam desa.selain ketersedian lahan,kondisi Tofografis juga secara sosial budaya mereka juga punya pengalaman dalm mengelola terutama tanaman perkebunan, (NB:Arsip Desa TH-1999 Tentang ICDP-TNKS).
B. Hasil Petikan
Kondisi Desa Saat Ini: Desa talang Arah sekarang adalah suatu desa yang berada diKabupaten Muko-Muko,dimana desa ini merupakan desa binaan program ICDP-TNKS yang berakhir pada tahun 1995-1999 dengan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Terpencil (PPMDT), programnya berupa Peternakan Itik,Sapi dan perkebunan Karet Unggul tetapi program yang dijalankan pada saat lalu tidak membuahkan hasil yang begitu baik dikarnakan program yang dijalankan tidak diterapkan oleh masyarakat Juga keterbatasan Waktu dalam Program oleh pihak ICDP-TNKS melakukan aktifitas,hanya sebagian masyarakat saja yang menerapkan intruksi dan sekarang membuahkan hasil,seperti petani karet Unggul yang telah merasakan hasil pada saat ini.
Desa Talang Arah dahulunya merupakan desa yang memiliki penduduk terbesar suku bahasa PEKAL (Bahasa Aban-aban) dikabupaten muko-muko,Kecamatan Muko-Muko Selatan (IPUH) namun karna kabupaten muko-muko melakukan pemekaran wilayah maka Kecamatan Muko-Muko Selatan (IPUH) juga ikut dilakukan pemekaran, Yang dibagi menjadi 4 Kecamatan terdiri dari Kecamatan Muko-Muko Selatan (IPUH), Kecamatan Air Rami, Kecamatan Malin Deman, Kecamatan Sungai Rumbai. Desa talang arah sendiri masuk dalam wilayah Kecamatan Malin Deman kabupaten muko-muko, yang terdiri dari desa: Talang Arah, Air Merah, Talang Baru, Serami Baru, Semambang Makmur, Gajah Makmur, Lubuk Talang, Transimigrasi Lumpur Lapindo. Ipuh atau Muko-Muko selatan jika dari Kota Bengkulu dapat ditempuh selama 3 jam. Sedangkan jika dari IPUH kekabupaten Muko-Muko memakan waktu selama 4 jam, desa talang arah sendiri berada diwilayah ipuh tetapi arah pegunungan bukan dataran rendah/Pantai. Saat ini Desa talang arah sendiri memiliki jumlah penduduk sebanyak 847 jiwa dengan jumlah KK 216, dan mimiliki Kepala Rumah Tangga miskin sebanyak 110 KK,dalam kehidupan bermasyarakat pada umumnya masyarakat dalam desa sangatlah menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa dan saling menghormati kerukunaan juga demokrasi,semua tampa masalah. tetapi seperti yang telah di unggkapkan dalam pengantar diatas yang mengatakan “Perkebunan Perusahaan Swasta” inilah yang menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat desa saat ini,sudah ditebak/diprediksi 11 tahun yang lalu bahwa perkebunan perusahan akan menjadi masalah Dikemudian hari,dalam kehidupan masyarakat dan kenyataan itu muncul (Berlangsung) Beberapa tahun terakhir. Yang perlu diketahui dari sini,perusahaan yang ada dalam wilaayah Kecamatan Malin Deman dan bersentuhan dengan orang-orang Desa,khususnya desa Talang Arah sebagai tenaga kerja (TK) adalah :PT.DDP (Perkebunan Sawit),PT.AGRO (Perkebunan Sawit), PT.ALNO (Perkebunan Sawit),PT.USM (Perkebunan Sawit),PT.KAHURIPAN (Perkebunan Sawit), Bentuk Permasalahan yang terjadi beberapa tahun terakhir dan sampai saat ini adalah:
1. Pada saat dahulu orang-orang yang berada dalam wilayah desa talang arah pasca Transimigrasi 30 tahun setelah lokasi (Perumahan baru) diTempati,perkebunan masyrakat sudah menghasilkan penghidupan ekonomi mereka sampai pada tahun 1996 dari tahun 1982. Dengan kata lain setiap penduduk atau kepala keluarga memiliki perkebunan seperti kulit manis,karet,dll sebagai pengahasil pemenuhan kebutuhan dalam keluarga.tetapi sejak tahun 1997 sampai dengan sekarang 2011 rata–rata perkebunan masyarakat banyak telah dijual pada pihak perusahaan dengan harga yang relaitif “Murah” dari tahun 1995 sampai 2007 puncaknya.
2. Setiap penjualan Tanah yang dilakukan oleh Masyarakat kepada pihak PT hampir dipastikan semuanya mengalami Konflik,Seperti:Pembayaran yang ditunda,adanya sistem pencaloan,Intimidasi dari orang-orang PT agar perkebunan yang berada dalam Zona wilayah PT harus dijual sekalipun pemilik tidak mau dijual.
3. Menghilangnya perkebunan masyarakat yang selama ini telah mengidupkan ekonomi keluarga dijual dengan “Keterpaksaan” dari PT.
4. Masyarakat yang berada dalam wilayah kecamatan malin deman, khususnya desa talang arah yang berjumlah 847 jiwa sebagian kepala keluarga menjadikan dirinya Tenaga Buruh Harian diPerusahaan yang ada disekitar Desa (Yang tidak memiliki Perkebunan).
5. Perusahaan yang sudah lama berdiri pada saat ini diKecamatan Malin Deman,Kabupaten Muko-Muko desa talang arah telah menyumbang & mengancam hilangnya hutan,Flora & Fauna yang ada dalam rimba desa talang arah.
6. Yang paling membahayakan dari berdirinya perusahaan-perusahaan yang berada dalam wilayah Kecamatan malin deman khususnya desa talang arah ini adalah Acaman bagi desa itu sendiri, Desa talang arah dibaratkan dengan segi empat yang disetiap sudut sisi disisi oleh PT,desa talang arah sendiri terletak ditengah-tengah (Central Desa) dari sisi empat sudut itu,yang menjadi masalah sekarang, dari luas wilayah desa/batasan desa, PT yang ada disekitar desa dari Waktu,Tahun dan Bulan, PT ini Mendekati Tempat tinggal penduduk (Desa Talang Arah) Bisa dibayangkan Apa yang akan terjadi Desa talang arah 10 atau 20 TH yang akan datang ??? disaat perkebunaan sudah dijual pada perusahaan,perumahan semakin hari semakin dekat dengan wilayah garis perusahaan,dan tuntutan hidup dimasa mendatang semakin tinggi. jika kita berdiri saja (Dataran tinggi) ditengah desa dan menghadap (Melihat) kekiri dan ujung desa yang terpandang saat ini hanyalah Hutan Gundul,Tanah Kuning akibat gusuran alat berat dan pepohonan Sawit yang ada diujung mata.
7. Jumlah penduduk miskin Desa talang arah menurut hasil PPLS (Pendataan Program Perlindungan Sosial 2011) terdapat 110 KK adalah katagori keluarga Miskin,dan anehnya dalam pemenuhan kebutuhan ibu-ibu rumah tangga miskin ini dan juga ibu-ibu/wanita (Berkeluarga/Gadis/janda) yang ada didesa talang arah ikut menjadi buruh tenaga harian wanita (Profesi Ganda) hampir 45% dari jumlah ibu-ibu yang ada dalam wilayah desa talang arah ikut ambil bagian.
8. Ibu-ibu yang berkerja menjadi buruh dan wanita berangkat Subuh (05.30) pulang Magrib (17.00) dengan gaji //Hari Rp.15.500 yang setiap berangkat dijemput oleh transportasi dari salah seorang dari dalam desa itu sendiri.
C. Fakta & Kemungkinan
1. Pada tahun 2008 dan 2011 pernah terjadi kebakaan rumah salah satu penduduk dalam desa talang arah,yang saat itu orang dari salah satu anak pulang dari sekolah,sedangkan orang tua pada saat itu tidak ada dirumah (Kedua orang tua sedang berkerja diperusahaan) dan akibatnya rumah menjadi terbakar hancur tampa sisa,sedangakan pada tahun 2011 kebakaran biasa,orang yang berada dirumah sedang tidak ada (Berkerja diperusahaan menjadi tenaga harian).
2. Penjualan tanah diperushaan sering terjadi konflik, pada tahun 2010 pernah terjadi perkelahian antara salah satu warga dengan orang (Pihak perusahaan) perusahan yang terlalu lama melakukan pembayaran terhadap warga yang menjual tanah,yang berujung pada tingkat kepolisian dan anehnya sampai saat ini kasus konflik tentang penjualan tanah,baik itu dijual oleh warga,maupun “Oknum” ataupun Intimidasi dari orang-orang perusahaan terus berlanjut sampai tahun ini.
3. Semakin hari,perusahaan disekitaran Desa mendekati perumahan penduduk,hanya batas sungai kecil yang menghadang PT Untuk dapat menyebrang masuk desa,dan bisa jadi ini akan berlanjut pada masa yang akan datang (Pembukaran rumah penduduk) dan masyarakat disekitar desa telah “Dijajah” oleh perusahaan secra tak langsung untuk saat ini tampa masyarakat sadari juga dimasa mendatang.
4. Masyarakat yang berkerja diPerusahan untuk tinggal (Mendapatkan Camp) harus orang-orang yang telah berkerja (Mengabdi selama 3 tahun) diperusahaan,jika tidak sampai tidak dibenarkan untuk mendapatkan Camp yang telah dipersiapkan oleh perusahaan.
5. Orang-orang yang berkerja diperusahaan kebanyakan mereka jika sudah sampai di Camp (mendapatkan tempat tinggal tetap) adalah orang-orang yang tampa keterikatan (Tidak punya suami,masih Sendiri,orang perantauan,Gadis,Janda,Bujangan) dan kebanyakan mereka yang tinggal disana (Salah satu PT.X) telah berlangsung budaya “Mesum” menurut cerita orang-orang desa yang pernah kerja di PT tersebut.
“Tentang Penulis”
Wanha jumadi lahir di talang arah (Ipuh) 22 tahun yang lalu.Menyelesaikan sekolah dasar sampai dengan SMA di daerah kelahiran,yaitu Talang Arah Kecamatan Malin Deman, kabupaten muko-muko,pendidikan tertinggi yang telah dicapai pada saat sekarang ini adalah SMA,dan pada tahun 2007 melanjut study pendidikan diUniversitas Negeri Bengkulu (UNIB) Melalui jalur PPA dengan modal hidup apa adanya,alhamdulillah sampai detik ini tetap bertahan kuliah yang sekarang dalam semester akhir,walaupun “perjuangan diatas kemiskinan” tidak membuat surut semangat yang tumbuh dalam diri saya untuk tetap bertahan dalam kesabaran,Wanha jumadi yang biasa dipanggil Oha Ipbek terlahir disebuah desa yang geografis wilayahnya dataran tinggi kabupaten muko-muko,lahir pada tanggal 17-agustus-1989 dari empat bersaudara,saya adalah anak ketiga dari buah hati pasangan zam-zani & salna petani sejati diwilayah IPUH kab muko-moko.
Wanha jumadi sejak dibangku kuliah telah bayak mendapatkan ilmu-ilmu baru,diantaranya pernah mengikuti seminar oleh BEM UNIB dengan tema “Derita hidup dinegeri Para Koruptor”. Seminar himpunan psikologi indonesia bengkulu dengan tema “Pendidikan Sex Untuk Anak,Remaja,dan Orang Tua” dengan narasumber dr.boyke dian nugraha,S.pog,MARS. Dan seminar nasional dengan tema “Penguatan Eksistensi Pekerja dan Pekerja Sosial serta Kontribusinya bagi Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indonesia” HIMA-KS. Dan berbagai seminar nasional lainnya.Wanha jumadi masuk UNIB tahun 2007 dengan jurusan ilmu kesejahteraan sosial,fakultas ilmu sosial dan ilmu politik,dengan pilihan jurusan ini telah membuat saya banyak mengerti betapa penting hidup bersosial dan pengetahuan itu,yang sampai detik ini jurusan IKS selalu dihati saya.
“CONTACT”
Nama : Wanha Jumadi
Jurusan : Ilmu Kesejahteraan Sosial
Fakultas : Isipol
Alamat : Gg.juwita,Pondokan Cahaya No:38
Nohep : +625794549314 & +6285268352210
POTENSI KEWIRAUSAHAAN DESA TALANG ARAH PEMBUATAN
ASBAK ROKOK DARI TEMPURUNG KELAPA YANG SEDANG DIKEMBANGKAN PENULIS
Merokok merupakan suatu kebiasaan warga di desa Talang Arah. Kehadiran rokok di desa ini menjadi bagian dari pola kehidupan mereka, baik itu bagi warga Desa Talang Arah pada khususnya, maupun warga kecamatan Pondok Malin Deman pada umumnya. Semakin bertambah dewasanya warga, maka semakin besar pula keinginan mereka untuk mengkonsumsi rokok. Sehingga, semakin banyak penduduk yang telah beranjak dewasa, maka semakin pula persentase pengguna rokok di Desa Talang Arah, maupun desa lain yang berada di Kecamatan Malin Deman.
Kelapa di desa Talang Talang merupakan SDA yang belum bisa dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya oleh warga Talang Arah. Potensi dari kelapa itu sendiri belum bisa diolah dengan sempurna, sehingga nilai jual lebih yang dimiliki kelapa belum bisa terwujud Inilah landasan awal mula kerajinan ini dibuat.
Tahap Pembuatan :
1. Pembentukan Model Tempurung
2. Penghalusan Tempurung Kelapa
3. Penggabungan Tempurung
4. Pengkilapan Permukaan Asbak.
5. Pengecatan Permukaan Atas dan Bawah Asbak
6. Finishing
“Langkah – Langkah Kerja”
1) Pembentukan Model Tempurung
1. Tempurung dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Pembentukan dilakukan dengan menggunakan parang atau pisau
2. Tempurung dibuat menjadi dua bentuk, (Tempurung yang besar dijadikan asbak duduk, sedangkan tempurung yang kecil dijadikan asbak berdiri).
3. Untuk asbak berdiri,permukaan tempurung dilubangi dengan pisau kecil sehingga lubang bisa untuk dimasukki baut 8, sedangkan asbak duduk permukaannya tidak dilubangi.
2) Penghalusan Tempurung Kelapa
1. Tempurung yang sudah dibentuk, permukaannya dihaluskan dengan pisau kecil, sampai didapatkan permukaan yang gelap.
2. Tempurung diperhalus dengan amplas, sehingga permukaan menjadi lebih licin.
3) Penggabungan Tempurung
1. Untuk asbak berdiri, tempurung atas digabung dengan tempurung bawah dengan pemasangan baut 8 pada lubang yang telah dibentuk sebelumnya
2. Untuk asbak duduk, di bawahnya diberi penyanggah melingkar berupa potongan kecil tempurung, dan keduanya dilekatkan dengan lem kayu.
4) Pengkilapan Permukaan Asbak
1. Permukaan asbak dioleskan lem kayu , merata pada seluruh permukaan
5) Pengecatan Permukaan Atas dan Bawah Asbak
1. Permukaan atas dan bawah diwarnai dengan cat piloks sesuai dengan warna yang kita inginkan.
2. Asbak yang sudah di kilapkan dan dicat, dikeringkan di tempat yang terkena sinar matahari.
6) Finishing
1. Asbak yang telah kering dibubuhi tulisan dengan menggunakan pasta.
“Manfaat Asbak Rokok”
Pengeluaran Biaya-Biaya
v Bahan Baku = Rp 170.000,-
v Lain-lain = Rp 10.000,-
+ |
Jumlah 1 kali produksi = Rp 180.000,-
Produksi dilakukan dengan menggunakan 50 tempurung kelapa. Pada setiap 1 tempurung akan menghasilkan 1 bentuk asbak rokok.
Jadi, dalam satu kali produksi dihasilkan 50 asbak dengan harga jual per buah adalah Rp 15.000.
Proyeksi Laba Usaha
v Penjualan = 50 x Rp 15.000,- = Rp 750.000,-
v Harga Pokok produksi
· Bahan baku = Rp 170.000,-
· Lain-lain = Rp 10.000
+ |
+ |
Jumlah = Rp 180.000,-
Harga Pokok produksi = Rp 180.000,-

